Deli Serdang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melaksanakan kegiatan bertajuk "Pengembangan Jiwa Entrepreneur Syariah Melalui Pelatihan Manajemen Bisnis bagi Santri Pondok Pesantren Mawaridussalam" sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ini bertujuan membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai syariah. Melalui program ini diharapkan para santri tidak hanya menjadi lulusan yang unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Ketua Tim Pengabdian, M. Guffar Harahap, menyampaikan bahwa perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis menuntut generasi muda, termasuk santri, untuk memiliki kemampuan berwirausaha sejak dini. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mengedepankan prinsip kejujuran, amanah, dan keberkahan sesuai ajaran Islam.
"Kewirausahaan syariah merupakan salah satu solusi dalam menciptakan generasi yang mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Melalui pelatihan ini kami berharap santri mampu mengembangkan ide usaha, mengelola bisnis secara profesional, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk," ujar M. Guffar Harahap.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, yaitu:
- Ketua: M. Guffar Harahap
- Anggota: Aswin Fahmi D
- Anggota: M. Radian Syah
- Mahasiswa: Haris Sugito Saragih
- Mahasiswa: M. Fauzi
Seluruh anggota tim berasal dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Indonesia, yang secara aktif terlibat dalam penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, pendampingan peserta, hingga evaluasi kegiatan.
Materi pelatihan disusun secara aplikatif dengan menggabungkan teori dan praktik. Santri memperoleh pembelajaran mengenai konsep dasar entrepreneur syariah, penyusunan Business Model Canvas (BMC), penyusunan business plan, manajemen keuangan usaha sederhana, strategi pemasaran digital, branding produk, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi dan menyusun rencana usaha berdasarkan potensi yang dimiliki di lingkungan pesantren.
Selama pelaksanaan kegiatan, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi berlangsung interaktif, dan peserta aktif mengemukakan ide-ide usaha yang berpotensi dikembangkan, seperti usaha makanan halal, produk kreatif santri, jasa digital, serta pengembangan unit usaha pesantren. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam menyusun rencana bisnis sederhana agar setiap peserta memiliki gambaran nyata mengenai langkah-langkah memulai dan mengembangkan usaha.
Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai etika bisnis Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, tanggung jawab, profesionalisme, serta larangan terhadap praktik riba, gharar, dan maisir. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter utama santri dalam menjalankan usaha sehingga mampu menciptakan bisnis yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberkahan.
Melalui sesi praktik digital marketing, peserta dikenalkan dengan pemanfaatan berbagai platform digital untuk mendukung pemasaran produk. Santri belajar membuat konten promosi sederhana, membangun identitas merek (branding), serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperluas jangkauan pasar. Pengenalan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha yang akan dikembangkan oleh para santri.
Pihak Pondok Pesantren Mawaridussalam menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi UMN Al Washliyah dalam meningkatkan kapasitas santri. Menurut pengelola pesantren, pelatihan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan santri dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan dunia usaha saat ini. Ke depan, pesantren berkomitmen untuk terus mengembangkan program kewirausahaan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pemberdayaan ekonomi santri.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, terutama IKU yang berkaitan dengan kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan dampak nyata bagi pembangunan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren, diharapkan akan lahir generasi santri yang tidak hanya memiliki kompetensi keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur syariah yang profesional, inovatif, serta berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat dan pembangunan bangsa.
Penulis: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Lokasi: Pondok Pesantren Mawaridussalam, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.










LEAVE A REPLY